Flexible Dieting – Permanent Way For Fat Loss

Flexible Dieting – Permanent Way For Fat Loss

Jumat, 2 September 2016. Dalam rangka pelajaran Healthy Food and Beverage Innovation, dosen-dosen mata pelajaran tersebut mengundang Bapak Abednego Setiawan, seorang Fitnesspreneurship yang merukapan CEO dan Founder dari Foreverfit Indonesia. Foreverfit sendiri telah memiliki 4 cabang di Surabaya, di mana cabang terakhir yang baru buka terletak di Taman Gapura, Citraland. Sebelumnya beliau juga pernah mengeluarkan buku yang berjudul sama dengan presentasi yang ia bawakan hari itu yaitu “Flexible Dieting – Permanent Way For Fat Loss”. Kelas hari itu berlangsung dari Pukul 10.00 – 12.00 WIB di Live Action Laboratory.

134180

Pembicaraan di buka dengan cerita mengenai masa lalunya, di mana dulunya Pak Abed adalah seorang professional gamer yang mengalami obesitas karena sehari-hari hanya duduk di depan komputer dan makannya bisa sampai enam kali sehari. Pada awalnya beliau mencoba diet karena dipaksa oleh orang tuanya bukan dari keinginan diri sendiri. Oleh karena itu usaha dietnya selalu gagal.

Sering kali masyarakat Indonesia ini mengalami kesusahan dalam melakukan diet dikarenakan prinsip yang salah karena minimnya edukasi mengenai kesehatan, nutrisi, dan diet. Banyak sekali metode diet yang telah diupayakan orang-orang namun tetap saja gagal karena prinsip yang salah. Diet pada masa ini sudah mengalami pergeseran makna dari pola makan sehari-hari menjadi cara untuk menguruskan atau mengurangi berat badan. Banyak orang yang tidak sadar bahwa seharunya diet itu adalah way of life, bukan sesuatu yang membuat seseorang menderita. Banyak juga orang yang memaksakan diri mengikuti diet yang tidak sesuai dengan kondisi dirinya. Oleh karena itu untuk menemukan diet yang tepat seseorang harus mengenali dan memahami kebutuhan dan kondisi dirinya sendiri.

34329Flexible Dieting adalah sebuah cara menguruskan diri atau mengurangi berat badan yang fleksibel sehingga tidak membuat seseorang tersiksa. Dalam melakukan flexible dieting, pertama-tama seseorang harus menanamkan mindset: don’t expect perfection dan menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena pada dasarnya manusia selalu menginginkan apa yang tidak dimilikinya. Kedua, sebaiknya fokuslah pada prosesnya dari pada hasil akhirnya. Ketiga, fokuslah pada jangka panjang, bukan jangka pendek yang instan-instan. Apabila hanya ingin yang instan-instan ada kemungkinan seseorang mengalami yoyo diet. Keadaan di mana seseorang berhasil menguruskan diri namun tidak lama kemudian kembali menggendut lagi, malah bisa lebih gendut dari sebelumnya. Keempat, dieting tidak berarti harus sangat ketat, sekali seminggu kita boleh menikmati makanan yang kita sukai. Kelima, ikutilah preferensi Anda sendiri, karena preferensi setiap orang berbeda-beda, misalnya saja orang Manado sangat suka seafood karena seafood di sana murah.

Pak Abed juga menjelaskan bahwa ada perbedaan di antara weight loss dan fat loss. Pengurangan berat badan atau lemak ini baru benar-benar bisa di track berhasil atau tidaknya apabila dieting kita telah berjalan selama sebulan. Karena di minggu-minggu pertama walaupun lemak kita sudah berkurang tapi bagian yang kehilangan lemak tersebut diisi air terlebih dahulu sehingga berat tubuh kita tetap seperti semula. Namun dalam melakukan kedua hal ini harus diingat bahwa yang penting ialah kesehatan baru setelah itu penampilan bentuk tubuh Anda, badan yang bagus belum tentu sehat. Pak Abed sering kali mendapat konsumen yang usianya muda namun mobilitasnya terganggu, misalnya saja ada orang yang berjalan 100 meter lalu harus berhenti untuk beristirahat baru bisa berjalan lagi. Mobilitas ini terganggu karena tidak dilatih, padahal tubuh manusia diciptakan untuk aktif dan dinamis, sehingga apabila tidak bergerak manusia bisa sakit lalu mati. Oleh karena itu beliau menganjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu.

Dalam melakukan diet, melakukan perubahan perilaku dan pola makan ini, yang paling penting ialah motivasi. Seberapa besar sih kamu menginginkannya? Ia menjelaskan dengan bercerita mengenai pengalaman pribadinya. Dulu saat ia dipaksa oleh orang tuanya untuk menguruskan diri ia tidak pernah berhasil, karena motivasinya tidak datang dari dirinya sendiri. Sampai suatu ketika ia dicemooh oleh seorang PT yang mengatakan bahwa ia tidak mungkin bisa kurus karena makannya seperti babi. Sejak saat itu ia jadi sangat termotivasi untuk kurus. Hebatnya ia tidak lapar walaupun hanya makan satu porsi bubur sehari.

34324

Melalui pengalaman pribadinya ia mengatakan bahwa untuk melakukan dieting seseorang harus memiliki SMART Goals. Di mana goals seseorang dalam melakukan dieting haruslah specific, measurable, achievable, reasonable, dan ada jangka waktunya (time). Beliau memaparkan bahwa banyak sekali konsumen dia yang ingin menikah selalu berhasil melakukan dieting. Ini dikarenakan motivasi yang kuat dan juga SMART Goals ini.

Masih banyak pelajaran-pelajaran lainnya yang diberikan oleh Pak Abed pada hari itu. Namun kita harus selalu ingat bahwa yang terpenting ialah balance antara olahraga dan juga pola makan yang sehat dan teratur. Apabila kedua hal ini tidak seimbang makan akan sulit untuk melakukan dieting. Selain itu olahraga dan makanan sehat adalah obat bagi tubuh kita yang jauh lebih baik dan kita harus sadar bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Namun tidak apa-apa apabila kita memulai sedikit demi sedikit, ONE THING AT A TIME, karena apabila terlalu dipaksakan kita akan kelelahan dan menderita sendiri. Tidak apa-apa juga kalau sekali-kali kita ingin makan hal-hal yang tidak begitu sehat namun kita suka untuk menyenangkan hati kita. Akhir kata mengutip dari quotes yang tertera pada presentasi Pak Abed “ONE BAD MEAL WON’T MAKE YOU FAT, JUST LIKE ONE GOOD MEAL WON’T MAKE YOU HEALTHY.”

Let’s start our Happy Healthy Habits!

Leave a Reply