Gerakan 0 Sampah Plastik Universitas Ciputra

Gerakan Nol Sampah Plastik – Green Campus Universitas Ciputra Surabaya

Farren Ardina E.W  

Senin, 13 Desember 2021

Surabaya – Permasalahan akan sampah plastik di Indonesia merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan di era saat ini. Menurut data dari (Badan Pusat Statistik) jumlah produksi sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sementara itu, total produksi sampah plastik di Surabaya sudah menyentuh angka 1.600 ton per hari. Angka tersebut merupakan jumlah yang sangat besar dan diprediksi akan terus meningkat di setiap tahunya. 

Sosialisasi Permasalahan Sampah di Indonesia oleh Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya ( 8  Desember 2021). 

Permasalahan akan sampah plastik yang terus meningkat tersebut mendorong Universitas Ciputra untuk berkontribusi dalam menekan pertumbuhan sampah plastik di lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan Universitas Ciputra Surabaya adalah dengan mengajak mahasiswa untuk mulai menggunakan botol minum yang bisa dipakai kembali (tumblr) dan mengurangi penggunaan botol minum sekali pakai melalui gerakan Green Campus Universitas Ciputra. 

Target yang ingin dicapai oleh Universitas Ciputra dalam program Green Campus adalah mengurangi jumlah produksi sampah plastik harian, terutama di lingkungan Universitas Ciputra Surabaya. Yang mana keadaan lingkungan di Universitas Ciputra Surabaya pun ternyata tak luput dari permasalahan sampah plastik yang akar permasalahannya pun disebabkan karena kurangnya kesadaran Mahasiswa tentang ketertiban dalam membuang sampah, serta kebiasaan Mahasiswa untuk menggunakan tempat minum sekali pakai. 

Sampah Plastik di lingkungan kampus Universitas Ciputra surabaya ( 8 Desember 2021). 

Langkah pertama yang dilakukan dalam gerakan Green Campus Universitas Ciputra Surabaya adalah dengan melakukan wawancara singkat kepada mahasiswa yang sedang berada di kampus mengenai penggunaan botol minum yang paling suka mereka gunakan. Hasil dari wawancara tersebut adalah mahasiswa kebanyakan lebih suka untuk menggunakan tempat minum sekali pakai dengan alasan kepraktisan. 

Pendapat lain yang disampaikan oleh mahasiswa tentang kecenderungan penggunaan tempat minum sekali pakai adalah tidak adanya refill air minum di lingkungan Universitas Ciputra Surabaya yang menyebabkan mahasiswa harus membeli minuman dengan sistem “Grab and Go” yang mana kemasan yang digunakan terbuat dari plastik. 

Wawancara Penggunaan Botol Minum di Lingkungan Universitas Ciputra surabaya ( 8  Desember  2021) 

Pihak Universitas Ciputra pun berkomitmen untuk mendukung gerakan Green Campus dengan cara memenuhi kebutuhan mahasiswa yang telah diutarakan melalui wawancara secara bertahap, dengan harapan mampu mengurangi produksi sampah plastik harian dan merubah kebiasaan masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.