Hari Film Nasional 2021

Halo UC Student! Tanggal 30 Maret 2021 lalu merupakan Hari Film Nasional ke 71 yang awalnya dimulai untuk memperingati hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa yang di sutradarai oleh H. Usmar Ismail. H Usmar Ismail dianggap sebagai bapak pelopor perfilman Indonesia dengan film populer besutannya berjudul Tiga Dara. Tiga hari sebelum Hari Film Nasional, juga terdapat hari besar peringatan seni peran yaitu Hari Teater Internasional , peringatan ini diinisiasi di tahun 1961 oleh Theatre Institute ITI untuk mengapresiasi dan mempromosikan teater.
Dalam seni peran, baik film dan teater memiliki banyak persamaan pun perbedaan. Di Universitas Ciputra mahasiswa memiliki UKM Teater Gemintang sebagai wadah untuk menyalurkan bakat menulis, mendirect dan berakting. Dalam wawancara yang dilakukan BMA dan Teater Gemintang pada 6 April kemarin, Marf selaku ketua UKM Teater Gemintang periode 2020-2021 menuturkan bahwa kegiatan UKM masih berjalan, pengurus masih memberikan materi seperti acting, ekspresi, vokal dan gestur, anggota teater juga bersama-sama belajar menulis naskah. Meskipun begitu dampak dari kegiatan tidak offline UKM memang cukup terasa , banyak hal-hal yang akan lebih mudah dan lebih baik jika dilakukan secara tatap muka langsung. Sinyal yang buruk, masalah teknikal, hingga semangat anggota yang menurun menjadi masalah yang tidak bisa dihindarkan.
Menurut Marf peringatan ini menjadi momen apresiasi seni teater, karena meskipun eksistensi teater saat ini tidak lagi sepopuler masa lalu bahkan dipandang sebelah mata, teater adalah seni yang patut untuk dinikmati. “Temen-temen kalo ditanya kenapa gak mau gabung UKM teater biasanya jawabanny malu dan gak berani untuk akting, padahal banyak pelajaran lain yang bisa didapat dari sana”, kata Marf. Sedangkan untuk Hari Film Nasional, ia merasa bahwa peringatan tersebut haru menjadi momen apresiasi berbagai film karya anak bangsa. Marf sendiri mengaku suka menonton berbagai pertunjukan teater melalui youtube. Sedangkan Kenia, yang merupakan anggota teater bercerita bahwa sejak SMA dirinya suka menonton pertunjukan Ludruk di Balai Kota Surabaya yang biasanya diselenggarakan di malam minggu. Selain itu dirinya menyukai film musical Hamilton, film Indonesia Jeritan Malam yang dibintangi Herjunot Ali.
Selama periode kepengurusan Marf, Teater Gemintang tampil pada acara Efortion IBM-RC dan O-week. Pada penampilan-penampilan tersebut Marf merasa bahwa sudah cukup puas dengan hasilnya tetapi mengingat banyaknya kendala selama persiapan maka Teater Gemintang memutuskan untuk tidak melaksanakan acara tahunan mereka, Prejudice. Prejudice merupakan acara tahunan UKM Teater Gemintang yang berkolaborasi dengan UKM Abstract, meskipun begitu ia berharap Prejudice dapat terselenggara pada kepengurusan periode selanjutnya, ia mengatakan bahwa nantinya kepengurusan Marf akan siap ikut membantu jika acara besar Teater Gemintang tersebut dilaksanakan. “Karena tahun ini ke postponed harapannnya bisa dilaksanakan di periode selanjutnya.”
Dari akun instagram mereka yaitu @teater.gemintang, saat ini Teater Gemintang sedang melakukan rekrutemen untuk ketua baru. Sebelumnya Teater Gemintang memiliki peraturan bahwa calon ketua haruslah sudah mengikuti inagurasi (malam keakraban) tetapi karena tahun ini tidak ada inagurasi, maka mahasiswa 2020 yang belum mengikuti inagurasi diperbolehkan untuk mendaftarkan diri. Kenia berharap Teater Gemintang periode selanjutnya dapat merasakan kegiatan UKM secara offline karena ia merasa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara ukm offline dan online dari segi efektifitas dan produktifitas. Sedangkan Marf berharap agar partisipasi mahasiswa semakin tinggi dan Teater Gemintang semakin dikenal, tidak hanya di lingkungan Universitas Ciputra tetapi juga diluar Universitas Ciputra.

Marf
Kenia